Banggai Crow (Corvus unicolor)

Banggai crow (Corvus unicolor)  Photo by Filip Verbelen

Banggai crow (Corvus unicolor) Photo by Filip Verbelen

Konfirmasi akan keberadaan satu jenis burung yang paling di cari (baca Rare Birds) dari Sulawesi, Banggai Crow Corvus unicolor, dipublikasikan pada tanggal 13 Oktober kemarin.

Jenis yang hanya diketahui dari dua specimen yang dikoleksi sekitar 109 tahun yang lalu itu, kini ketambahan dua specimen baru lagi yang telah di secured oleh dua ilmuan dari Indonesia Mochamad Indrawan and Yunus Masala.

Keabsahan identifikasi dari dua specimen Banggai Crow yang di ambil dari Pulau Peleng pada tahun 2007  ini pun telah di konfirmasi oleh Pamela Rasmussen, Assistant professor zoology dari Michigan State University (MSU). Siaran pers mengenai hal ini bisa di baca pada MSU News

Pada bulan April tahun ini, seorang kawan pengamat burung dari Belgia yang juga senang dengan photography, Filip Verbelen, bersama temannya Frank Rheindt mencoba mengeksplorasi Gunung Peleng, di kawasan Timur Indonesia, dan dengan cepat berhasil menjumpai Banggai Crow. Filip bahkan berhasil mengabadikannya dalam karya foto yang sangat menakjubkan. “Sebuah penemuan yang spektakuler”, begitu kata Josep del Hoyo, Chief Editor dari Handbook of the Birds of the World. Bahkan foto ini pun telah dimasukkan ke dalam buku tersebut yang volume 14-nya akan keluar minggu depan.

Namun bagi pencinta/pemerhati dan pengujung setia Burung Sulawesi yang sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa si Gagak Baggai ini, anda bisa langsung meluncur ke database foto burung-burung Oriental, Oriental Bird Images (OBI) di http://orientalbirdimages.org/search.php?action=searchresult&Bird_ID=2376.

Filip juga telah menyetujui untuk menambahkan koleksi fotonya si Baggai Crow ini di OBI. Jadi jangan sampai anda ketinggalan.

Popularity: 47% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

akhirnya…semoga satu2 persatu jenis2 burung yang “dinyatakan punah” terus ditemukan. dan tentunya dilestarikan bersama… salam hangat dari baluran..

Leave a comment

(required)

(required)